Lara Tak Menemui Ujung

Biar ku persingkat,

Bagaimana lara yang tak menemui ujung

Menyelami luka diantara gulita nya malam

Menyulut habis perasaannya


Mengadu pada Tuhan, 

Manakah realita dan mimpi

Gemuruh dalam dada selalu menyisakan sesak

Gemerlap malam saksi nya


Enggan berpindah,

Entah rotasi malam yang ke berapa

Seluruhnya telah luruh berantakan

Seperti kilat yang menyayat hati nya


Bersembunyi dibalik malam,

Bukankah itu lebih  baik

Diantara sebuah rasa dengan lapangnya hati

Daripada harapan dengan kekosongan nya


Terucap bernaung malam,

Tersimpan apa yang akan abadi

Perangkat dalam rasa biarlah berbentuk kata

Pada relung bayang dan sisa ingatan tentang nya


Tertanda,

Awan.

Komentar